Metropolitan Area Network (MAN)

23 03 2010

Metropolitan Area Network pada (Gambar 2.6) biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan – jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu : jaringan Bank dimana beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antar satu dengan lainnya.

Gambar 2.6





Pengertian Dasar Mikrokontroler

23 03 2010

Mikrokontroller merupakan suatu terobosan teknologi mikroprosesor dan mikrokomputer terbaru yang hadir memenuhi kebutuhan pasar ( market needed ). Sebagai teknologi terbaru dengan teknologi semikonduktor yang mengandung transistor yang lebih banyak namun hanya membutuhkan ruang kecil sebagai wadah penempatannya dan dapat diproduksi secara massal sehingga harganya lebih murah dan dapat terjangkau oleh hampir seluruh kalangan masyarakat. Oleh karena itu mikrokontroller sangat cocok diterapkan untuk mengontrol berbagai peralatan-peralatan yang lebih canggih  dibandingkan dengan komputer PC, karena effektivitas dan kefleksibelannya yang tinggi. Sebagai contoh penerapan mikrokontroler pada umumnya adalah aplikasi mesin tiket dalam arena permainan(game), aplikasi dalam pengukuran jarak jauh, aplikasi mainan anak-anak dan lain sebagainya, berdasarkan contoh-contoh aplikasi tersebut penulis sangat tertarik menggunakan mikrokontroller sebagai peralatan utama dalam pembuatan alat pengontrol pada proyek akhir ini pada umumnya ,dan mikrokontroller AT89S51 pada khususnya, karena hanya dengan menambahkan beberapa komponen luar, mikrokontroller sudah dapat bekerja sesuai dengan program yang diberikan padanya.

Mikrokontroller AT89S51 merupakan salah satu mikrokontroller keluaran dari ATMEL dengan kapasitas 4 Kbyte Flash PEROM ( Programmable And Erasable Read Only Memory ). AT89S51 menggunakan teknologi non-volatil memori, memori tersebut dapat deprogram dan dihapus berulang-ulang sampai kurang lebih seribu kali. Memori ini bisa digunakan untuk menyimpam instruksi ( perintah ) berstandar MCS-51 code sehingga memungkinkan mikrokontroler ini  Bekerja dalam modil single cjip operation ( mode operasi keping tunggal ) yang tidak memerlukan external memory ( memori luar ) untuk menyimpan source code tersebut.





Asal Mula Komputer

23 03 2010

Komputer berasal dari bahasa latin komputar yang mengandung arti menghitung. Menurut Hamacher dalam buku Computer Organization (5th Edition), McGraw-Hill, 2001, komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi. Pengertian dari Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer, serta perangkat-perangkat lain pendukung komputer yang saling terhubung dalam suatu kesatuan. Media jaringan komputer dapat melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling melakukan pertukaran informasi, seperti dokumen dan data, dapat juga melakukan pencetakan pada printer yang sama dan bersama-sama memakai perangkat keras dan perangkat lunak yang terhubung dengan jaringan. Komponen Jaringan Komputer yang di gunakan, yaitu : Kabel Twisted Pair. Standard ini dibagi dua, yaitu UTP kable (Unshielded Twisted Pair) dan STP cable (Shielded Twister Pair). NIC atau Ethernet Card. Ethernet Card berfungsi sebagai penghubung antara komputer dengan network device.  Switch dan Hub. Merupakan network device yang berfungsi untuk menghubungkan semua client, printer, workstation, server atau perangkat network lainnya (Access Point) dengan menggunakan kable-kable jaringan yang ada.





Business English

27 02 2010

English is a compulsory language in the study, because English is the international language, because language liaison with foreign languages. Business English is English especially related to international trade, for Indonesia in the near future will deal with international trade. English language learning many subjects in order to do business with the UK countries, or with firms that beralokasi abroad but still uses English as its common language. In such cases the purpose of the exercise is communication efficient and effective. Strict rules of grammar in such cases are sometimes ignored, for example, a negotiator emphasized only purpose is for the purpose of the agreement as soon as possible.

that is one point in studying business English in the workplace.

source of Wikipedia, ensiklopedia bebas





CONDITIONAL SENTENCE

7 01 2010

CONDITIONAL SENTENCE

.

Conditional sentence is the sentence which presupposes the assumption of a desire, hopes, plans and others that:

· Still could happen (possible)

· Not fulfilled / fantasy (unreal / probable) and

· Not materialize (imposible)

There are three conditional sentence namely:

· Type I: Future conditionals that express a desire, hope, or plan that still CAN HAPPEN / when we are thinking about possibilities.

Rumus

IF + S + V1, S + will +V1

Example :

If I pass the exam I will continue to university

Faktanya :

Maybe I pass the exam, if I study hard.

I may well pass the exam if I studied hard.

· Type II: Present conditional, stating a desire, hope or unfulfilled plans / fantasies (unreal) or when we imagine a situation.

Formula

IF + S + V2, S + would + V1

Example:

If I passed the exam, I would continue to university

Fact:

I do not pass the exam now.

I do not pass the exam right now so I do not go to university.

Note:

In type II “were” is used for all subjects

Example:

If I were you, I would continue to university (but I am not you).

Type II, contrary to the facts now.

· Type III: Past conditionals that express a wish, hope or plan that does not happen (imposible) or when we imagine a situation based on the facts in the past.

Formula

IF + S + had + V3, S + would have + V3

Example:

If I had passed the exam, I would have continued to university

Facts:

I did not pass the exam then.

(I did not pass the time, so I did not go to university)

Note:

For type III is often shaped inversion (reversal of position).

2 subject verb and not use the IF.

Example:

Had I passed the exam, I would have continued to university.

PATTERN:

Type I

IF + S + V1, S + will + V1

Type II

IF + S + V2, S + would + V1

Type III

IF + S + had + V3, S + would have + V3





Analisa Pendukung Jaringan Jomputer

2 04 2009

Telekomunikasi dan jaringan komputer telah berdampak sangat luas dalam
bisnis, teknologi dan gaya hidup manusia saat ini. Teknologi-teknologi baru di bidang
telekomunikasi dan jaringan komputer terus bermunculan dengan konsep-konsep baru.
Semuanya untuk mencapai satu tujuan yaitu mempermudah kehidupan manusia,
khususnya dalam mempermudah pertukaran data dan informasi, serta penyebarannya
yang tak terbatas lagi pada ruang dan waktu.
Saat ini sarana telekomunikasi menjadi “penyedia jalan” bagi jaringan komputer
global (internet). Pengintegrasian teknologi analog dan digital yang selama ini
berkembang pesat telah sampai pada suatu titik balik, dimana selama ini teknologi
digital yang menumpang pada saluran telekomunikasi analog (internet lewat PSTN)
akan digantikan dengan teknologi baru yang sepenuhnya digital. Jenuhnya teknologi
komunikasi analog (berbasis switching) yang terbentur pada mahalnya biaya, dijawab
dengan teknologi digital (berbasis packet) yang lebih murah biayanya, khususnya biaya
untuk sambungan per komunikasinya. Konsep ini sering disebut Next Generation
Network (NGN) yaitu menggantikan infrastruktur analog (switching based) dengan
infrastruktur baru yang berbasis packet.
IP Telephony merupakan salah satu solusi komunikasi digital yang telah
sepenuhnya mengadopsi teknologi komunikasi digital berbasis IP (packet) mulai dari
handset sampai peralatan switching, gateway dan peralatan jaringan komputer lainnya.
Teknologi ini pada dasarnya ingin menggantikan sistem PABX yang pada skala besar
2
digunakan pada jaringan telepon PSTN konvensional. Dengan kata lain dapat dikatakan
bahwa IP Telephony merupakan telepon digital yang menggunakan jaringan IP.
Penggunaan dua infrastruktur jaringan yang berbeda, yaitu jaringan telepon dan jaringan
data, dinilai terlalu rumit dan tidak efisien.
Saat ini istilah yang lebih dahulu dikenal luas adalah Voice over Internet
Protocol (VoIP) yang merupakan sebuah istilah populer dari penggunaan internet untuk
bercakap-cakap dengan menggunakan suara, dimana IP (Internet Protocol) digunakan
sebagai basis untuk mengirimkan suara. VoIP dan IP Telephony sering dianggap sama,
padahal VoIP dan IP Telephony adalah dua hal yang berbeda. VoIP secara sudut
pandang lebih pada teknologi untuk berkomunikasi dengan suara lewat internet,
sementara IP Telephony lebih pada infrastruktur dan layanan (service) jaringan
komputer (IP) untuk komunikasi digital (multimedia) yang antara lain memungkinkan
aplikasi suara (VoIP).
Vendor pembuat telepon internet ini datang dari beragam latar belakang. Ada
yang memang sejak dulu bermain di bisnis jaringan telekomunikasi dan sebagian lagi
berasal dari perusahaan teknologi informasi. Cisco Systems termasuk perusahaan
jaringan yang mengembangkan perangkat telepon IP. Untuk telepon IP, produk Cisco
Systems ada yang berbentuk seperti telepon PABX biasa, ponsel, maupun PDA.
Solusi yang ditawarkan Cisco Systems merupakan aplikasi terpadu yaitu solusi
Cisco IP Communications yang mencakup IP Telephony, Unified Communications, IP
Audio dan Videoconferencing, IP Video Broadcasting, serta Customer Contact. Solusi
Cisco juga meliputi perangkat Cisco IP Phone, Cisco IP Softphone, Cisco Call
Manager, Cisco IP-based Contact Centers. Selain solusi berbentuk telepon, Cisco
Systems juga memiliki aplikasi khusus IP. Contohnya, Cisco Unity dan Cisco Personal
3
Assistant. Keduanya mampu mengelola serangkaian pesan yang diterima karyawan
melalui telepon, faks, e-mail, pager, dan lainnya. Artinya, karyawan bisa terhubung
dengan klien maupun rekan kerja tanpa terhalang waktu dan tempat.
Fitur dan fungsi IP Telephony hampir sama dengan telepon PABX standar,
seperti call forwarding, redial, transfer, hold, dan conference. Di samping itu, IP
Telephony juga memiliki fitur-fitur tambahan, seperti missed call, receive call, dan
address book dimana bisa mencari ekstensi seseorang berdasarkan nama langsung dari
handset. Selain itu, fungsi nomor dan daftar ekstensi maupun nomor telepon dari
pelanggan atau mitra bisnis terintegrasi dalam perangkat telepon. Sehingga ke mana pun
telepon itu dibawa, semua data ikut serta.
Tak hanya itu, biaya perawatan infrastruktur, jumlah kabel, dan koneksi antar
peralatan juga menjadi lebih sedikit. Jika sebelumnya untuk dapat menggabungkan voice
mail server dan e-mail system diperlukan saluran (channel) khusus, maka dengan solusi
IP Communications, maka solusi unified messaging sudah terintegrasi dalam satu server.
Biaya upgrade PBX yang sering dilakukan, mengingat usia pemakaian dan sifatnya
yang proprietary, tak perlu mengeluarkan biaya yang tinggi.
Biaya awal untuk pemasangan sistem IP Telephony ini tidak jauh berbeda
dengan biaya pemasangan sistem PABX yang memiliki kemampuan yang sama, tetapi
untuk jangka panjang penggunaan IP Telephony tidak hanya menghemat biaya yang
signifikan tetapi juga akan meningkatkan efektivitas karyawan, karena biaya yang
dikeluarkan untuk melakukan komunikasi cenderung lebih murah dan jangkauan yang
lebih luas, bahkan dapat dikatakan menelepon kemana saja, bahkan ke seluruh dunia
dengan harga lokal, apalagi bila menggunakan layanan flat-rate.
4
Bayangkan apabila sebuah perusahaan memiliki sepuluh cabang. Bila memakai
jaringan PABX, perusahaan ini memerlukan sistem pengatur (call processing) dan
tenaga pengelola jaringan yang banyak, sementara dengan menggunakan IP Telephony,
maka perusahaan cukup mempekerjakan satu orang saja yang mengatur jalur
komunikasi kantor pusat dan cabang.
Dengan fitur-fitur diatas, fleksibilitas dan penghematan ruang kerja juga semakin
efisien, tidak perlu lagi adanya konsep “one desk for one man”, dimana lazimnya sebuah
kantor, setiap karyawan memiliki meja kerja dan saluran telepon masing-masing.
Perkembangan perusahaan akan menuntut ruang kantor yang lebih luas, meja yang lebih
banyak, dengan segala perlengkapannya, dengan teknologi IP Communications
khususnya fitur IP Telephony, maka hal tersebut tak menjadi masalah.
Khusus bagi perusahaan yang telah mengadaptasi solusi dari Cisco Systems
untuk infrastruktur dasar, akan dengan mudah mengadaptasi solusi IP Communications
khususnya fitur IP Telephony tersebut dan sekaligus memperoleh nilai tambah dari
manfaat solusi yang ada saat ini.
Hal-hal diatas mendorong PT. XYZ selaku salah satu pemegang Gold Member
Cisco Systems untuk menjadi salah satu pelopor pengimplementasian sebuah teknologi
terbaru dari Cisco Systems yang memanfaatkan IP Communications, khususnya fitur IP
Telephony, yang telah didukung oleh perangkat jaringan mereka sekarang guna
mentransmisikan lalu lintas data, suara dan video melalui satu jaringan infrastruktur ini
yang secara nyata akan mengoptimalkan kinerja perusahaan yang berdampak pada
penghematan biaya operasional, dan meningkatnya profitabilitas perusahaan. Secara
umum hal ini akan meningkatkan daya saing perusahaan tersebut.
5
1.2. Ruang Lingkup
Dari segi fisik, pembahasan karya tulis ilmiah ini lebih dititik beratkan pada hasil
yang kami dapatkan setelah melakukan survei skripsi di PT. XYZ. Ruang lingkup karya
tulis ilmiah ini adalah analisis dan perancangan solusi Cisco IP Communications
khususnya fitur IP Telephony yang menggunakan teknologi dari Cisco Systems pada
jaringan lokal kantor pusat PT. XYZ yang berlokasi di jalan Kemanggisan Utama Raya
No.XX Jakarta.
Pembahasan skripsi ini akan mencakup pada analisis dan perancangan
penggunaan IP Telephony, penempatan dan konfigurasi call manager dan alat-alat
pendukung IP Telephony lainnya, terutama sejauh mana pengaruh penggunaan IP
Telephony terhadap traffic jaringan. Analisis kelayakan solusi IP Telephony menjadi isu
utama dalam pembahasan, terutama dalam simulasi pengujian IP Telephony.
1.3. Tujuan dan Manfaat
Pembahasan kerja tulis ilmiah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman
yang mendalam mengenai jaringan komputer beserta teknologi-teknologinya, terutama
teknologi IP Telephony. Selain itu diharapkan agar penulisan karya tulis ilmiah ini akan
berguna bagi PT. XYZ untuk tidak hanya menghemat biaya yang signifikan tetapi juga
akan meningkatkan produktivitas dan efektivitas karyawan, sehingga dapat memberikan
pelayanan yang lebih baik pada konsumennya, sehingga pada akhirnya dapat menjadi
pemimpin dan pemain utama dalam bisnis yang digelutinya.
1.4. Metodologi
Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini dan dalam memberikan usulan pemecahan
masalah yang dihadapi oleh PT. XYZ, digunakan beberapa metodologi dalam survei
skripsi yang dilakukan. Tahapan-tahapan nyata yang dilakukan adalah :
6
1. Mengadakan survei dan menganalisis kebutuhan perusahaan untuk saat ini dan pada
masa yang akan datang di kantor pusat PT. XYZ yang berlokasi di jalan
Kemanggisan Utama Raya No.XX Jakarta. Survei ini dilakukan untuk mengetahui
sejauh mana kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh PT. XYZ, khususnya
masalah jaringan telekomunikasi.
2. Mengidentifikasi masalah dan kebutuhan, serta persyaratan bagi solusi yang
diimplementasikan, terutama dalam penerapan solusi IP Telephony. Sehingga
diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat dalam mengatasi permasalahan yang
dihadapi PT. XYZ. Dalam tahap ini dilakukan :
a. Studi pribadi
Melakukan analisis pribadi dari topologi jaringan dan teknologi IP
Telephony, dalam hal ini dilakukan diskusi kelompok, diskusi dengan pakar,
saling bertukar pendapat dalam penelitian, juga dengan konsultasi dengan dosen
terkait dengan mata kuliah jaringan yang diambil.
b. Studi kepustakaan
Studi kepustakaan dilakukan dalam proses pengumpulan data yang akurat
untuk mendukung analisis dan memperkuat usulan pemecahan masalah yang
dilakukan. Studi ini dilakukan di perpustakaan universitas dimana tersedia
berbagai sumber informasi yang mendukung secara teoritis serta dari beberapa
buku yang didapat dari berbagai tempat.
c. Studi internet
Studi melalui media elektronik khususnya internet dilakukan dalam upaya
pencarian data tentang spesifikasi dari peralatan pendukung jaringan (termasuk
kekuatan dan kelemahannya), teknologi jaringan dan standarnya, teori
7
pendukung, fitur, aplikasi dan perancangan, serta bagaimana
pengimplementasiannya, khususnya mengenai IP Telephony,.
d. Studi lapangan
Studi lapangan merupakan yang terpenting dari semua studi yang dilakukan,
karena sebagian besar data yang diperlukan dari perusahaan didapat, yaitu
mengenai peralatan apa saja yang dipakai perusahaan, bagaimana jaringan yang
ada yaitu topologi jaringan (jaringan LAN dan PABX), sejauh mana kebutuhan
perusahaan akan fitur dan teknologi yang digunakan saat ini serta yang
dibutuhkan di masa yang akan datang pada IP Telephony, serta berbagai data
pendukung lainnya.
Ada dua hal utama yang dilakukan, yaitu observasi serta wawancara.
Observasi dilakukan dengan langsung ikut serta dalam proses kerja dalam PT.
XYZ, dalam hal ini dilakukan magang kerja di PT. XYZ dalam periode 1
September 2005 sampai 30 Desember 2005. Melakukan pengecekan langsung
peralatan yang digunakan, serta analisis langsung jaringan dan melihat secara
langsung berbagai proses kerja yang dilakukan, hal tersebut dilakukan untuk
mendapatkan data mengenai topologi jaringan (jaringan LAN dan PABX),
sejauh mana permasalahan yang dihadapi dan kebutuhan perusahaan akan fiturfitur
yang ada pada IP Telephony. Sementara wawancara dengan pihak
perusahaan yang bersangkutan dan beberapa pihak lain yang berkepentingan
dilakukan untuk melengkapi hasil observasi.
Setelah melakukan studi-studi tersebut, maka dilakukan seleksi data yang didapat
dari perusahaan agar batasan masalahnya jelas dan tidak keluar dari masalah yang
menjadi fokus utama dalam pembahasan yang akan dilakukan.
8
3. Merancang solusi sesuai dengan hasil identifikasi dan analisis yang dilakukan
sebelumnya. Tentunya solusi ini akan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pihakpihak
terkait di PT. XYZ sehingga solusi yang dihasilkan bisa menjadi win-win
solution yang sesuai dengan kebutuhan PT. XYZ. Untuk melakukan perancangan
sistem dalam rangka usulan pemecahan masalah dilakukan:
a. Mencari spesifikasi solusi yang cocok untuk mengatasi permasalahan yang
dihadapi PT. XYZ dan sesuai dengan kebutuhannya. Ada dua spesifikasi sistem
yang menjadi alternatif solusi, yaitu mengganti sistem PABX yang ada dengan
sistem PABX yang lebih besar atau menggantinya dengan sistem IP Telephony

yang diintegrasikan dengan jaringan data yang sudah eksis.
b. Menganalisis spesifikasi solusi dari segi compatibility, efisiensi, pengaruh
terhadap jaringan, serta biaya investasi agar sesuai dengan kebutuhan yang ada,
sehingga solusi tersebut dapat menyelesaikan permasalahan yang ada secara
keseluruhan. Spesifikasi solusi diharapkan compatible dengan infrastruktur yang
sudah ada (tidak banyak mengubah dan tidak mempengaruhi secara signifikan),
mengatasi masalah pertambahan dan mobilitas karyawan serta efisiensi tempat,
mampu menyediakan jumlah ekstensi yang sebanding dengan jumlah karyawan,
tetap mendukung layanan seperti yang tersedia pada sistem PABX yang saat ini
ada (call forward, call pickup, call hold, call transfer, conference call, corporate
directory, personal directory), mendukung pengembangan sistem yang lebih
baik dan memberi nilai tambah, seperti mendukung voice-mail-box terintegrasi,
dan lain-lain.
c. Pemilihan IP Telephony sebagai solusi terbaik yang mampu mengatasi
permasalahan yang dihadapi PT. XYZ tidak memerlukan perubahan infrastruktur
9
jaringan yang ada, hanya menambahkan beberapa peralatan untuk menggelar
fasilitas IP Telephony pada jaringan yang sudah ada. IP Telephony juga
memberikan kelebihan-kelebihan lain dalam pengembangan layanannya,
sehingga permasalahan telekomunikasi yang dihadapi PT. XYZ dapat teratasi,
bahkan memberikan nilai tambah.
4. Melakukan simulasi pengujian dalam lingkup yang lebih kecil daripada lingkup
sebenarnya dan pengujian implementasi tahap awal, untuk menganalisis kelebihan
dan kekurangan penerapan solusi IP Telephony dibandingkan teknologi yang telah
digunakan saat ini, yaitu PABX. Melakukan perancangan serta uji coba fitur pada
software terkait menggunakan beberapa alat di laboratorium milik PT. XYZ untuk
mencoba berbagai kemungkinan yang ada dan mungkin dalam pemecahan masalah,
seperti menguji coba beberapa fitur yang ada di IP Telephony (CCM) antara lain call
forwarding, redial, transfer, hold, conference, sampai dengan pembagian dan
pengaturan IP Telephony (call processing), memastikan semuanya berjalan dengan
baik. Menganalisis pengaruh IP Telephony terhadap bandwith jaringan serta kualitas
suaranya (QoS).
5. Perencanaan pengembangan sistem yang akan dilakukan setelah selesai melakukan
rancangan solusi dan uji coba solusi IP Telephony untuk usulan pemecahan masalah
serta diharapkan akan adanya implementasi rancangan yang telah dibuat untuk
mengembangkan sistem jaringan yang nyata. Perencanaan ini dikembangkan
menjadi implementasi tahap awal untuk mengatasi permasalahan yang sudah
mendesak dan rencana untuk implementasi secara total. Implementasi secara total
sendiri baru dapat dilakukan saat gedung kantor PT. XYZ yang baru sudah siap
dioperasikan. Dalam tahap ini diberikan perencanaan dan analisis biaya
10
implementasi IP Telephony serta fitur-fitur lainnya yang akan menjadi nilai tambah
di masa yang akan datang.
6. Evaluasi tahap akhir adalah evaluasi dimana akan dilihat kelayakan dari usulan
pemecahan masalah yang dilakukan sehingga solusi IP Telephony diharapkan
menjadi solusi terbaik yang membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi
PT. XYZ dan mampu mendukung bisnis mereka pada masa yang akan datang,
terutama dengan dukungan fitur-fitur tambahan yang ada. Evaluasi akan dititik
beratkan pada tinjauan pengaruh IP Telephony terhadap utilisasi jaringan dan
bandwith, fitur dan aplikasi, biaya, serta kelebihannya dibandingkan solusi PABX.